_Menempuh Jalan Yang Belum Pernah Ditempuh Dan Bertemu Wajah Wajah Baru_

Selasa, 30 November 2010

Karst Gombong Selatan & Candirenggo


Kawasan karst Gombong Selatan, terletak di koordinat geografis 109º22'- 109º29 BT dan 7º38' - 7º46' LS, secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Kawasan ini termasuk daerah dataran rendah yang memiliki gugusan pegunungan gamping membujur dari Utara, Desa Sikayu, sampai ke Selatan melintasi dua desa, yaitu Adisana dan Adiwena, sepanjang 3 Km. Selain itu, kawasan karst Gombong Selatan memiliki karakteristik bentang alam yang khas, seperti terlihat dari bentuk puncak perbukitan yang tumpul (cone hill). Ketinggian mutlak perbukitan karst di Gombong selatan berkisar 300 - 400 sedangkan ketinggian relatif hanya berkisar 50 - 150 m. Kawasan karst gombong selatan dikelola langsung oleh Perum Perhutani, dimana ditiap desa dikelola oleh su-sub perhutani yang mengurusi per wilayahnya masing-masing.

Candirenggo adalah Desa di Kecamatan Ayah, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Candirenggo memiliki geomorfologi datar dengan penggunaan lahan masih didominasi oleh lahan pertanian. Kawasan karst yang membujur di Gombong Selatan kabupaten Kebumen ini adalah sebaran batu gamping yang cukup luas, membentuk bukit-bukit kerucut yang khas dengan lembah-lembahnya yang jika dilihat dari udara, seperti sarang ayam (cockpit) seluas kira-kira 70 km persegi. Desa Candirenggo terletak di sebelah barat gugusan Karst Gombong Selatan. Desa ini berdekatan dengan kawasan wisata pantai pantai ayah. Mata pencaharian masyarakat desa ini kebanyakan adalah sebagai petani sawah dan ladang serta penyadap air gula dari bunga kelapa muda sebagai bahan mentah pembuatan gula merah yang bila sudah menjadi gula merah, mereka jual disekitar desa. Masyarakat disana mengebut pekerjaan tersebut dengan nderes, sedangkan air gula dari bunga kelapanya mereka sebut sajeng. Tak hanya demikian, hampir seluruh masyarakat desa memiliki hewan ternak sendiri. Yang biasanya dipelihara di depan-depan rumah mereka. Penduduk desa Candirenggo merupakan orang asli jawa tengah khususnya kebumen. Bahasa kesehariannya adalah menggunakan bahasa jawa. Desa ini yang menjadi tempat singgah kami selama pelaksanaan kegiatan Perjalanan Beregu, karena lokasi gua yang akan kami telusuri terletak di desa ini. Tepat di rumah seorang petugas Perhutani RPH Tebo sekaligus ketua Rt setempat yang bernama pak Sadji Mujiono, yang menjadi base camp kami selama kegiatan berlangsung.

Info: no pak Sadji Mujiono, 085291934712

Transportasi
St. Senen (Jakarta) - St. Gombong (Kebumen): Kereta Api Progo Rp. 30.000
St. Gombong - Desa Candirenggo: Bus Elf Rp. 6.000

Selasa, 16 November 2010

Organisasi Rigging

Organisasi Rigging
Yang dimaksud dengan organisasi rigging adalah manajemen dan pembagian kerja saat pembuatan lintasan. Persiapan dan pengaturan yang dilakukan meliputi banyak hal : 

I. Peralatan 

Hal ini dilakukan sebelum mulai penelusuran, meliputi :

1. Penentuan dan penghitungan jumlah alat yang akan dibawa. Hal ini dibedakan atas :

Penelusuran gua baru. 
Jumlah peralatan yang dibawa berdasarkan target waktu penelusuran yang akan dilakukan, ataupun perkiraan kedalaman gua yang akan ditelusuri. Perkiraan kedalaman dan panjangnya dapat diperkirakan dengan analisis geologi dan peta topografi, serta dibandingkan dengan gua-gua sekitarnya (jika pernah ditelusuri).

Penelusuran gua yang pernah ditelusuri sebelumnya.
Jumlah perlatan bisa dihitung dari jumlah pitch dan panjang tiap pitch yang telah diketahui sebelumnya karena penah menelusuri atau dengan membaca peta gua.


2. Packaging peralatan
Peralatan yang dibawa dibagi menjadi beberapa kelompok berdasar efisiensi penggunaan dan pantangan, dengan menggunakan tackle bag tersendiri: 


Tali


  • Tali dimasukkan kedalam tas khusus (sendiri), jangan dicampur dengan barang-barang lain terutama bahan kimia (karbit, dye tracing, batery, dll) dan makanan.
  • Gulung tali kedalam tas dengan ujung yang pertama kali masuk dibuat simpul 8 tunggal dan simpul 8 double pada paling ujung. Berfungsi untuk menyambung tali bila ternyata tali sudah habis sebelum mencapai dasar pitch. Dan yang terpenting mencegah rigging man "terjun bebas". Ingat,,,Seorang vertical caver berpengalaman pernah mengalami hal ini dan harus ditebus dengan nyawanya!
  • Jika menelusuri gua yang pernah ditelusuri dan diketahui kedalaman masing-masign pitch, masukkan tali sesuai dengan urutan panjang tali yang dimiliki. (Jika panjang tali yang dimiliki tidak seragam).
  • Tiap ujung tali diberi label panjang tali sehingga memudahkan untuk manajemen tali yang berhubungan dengan kedalaman pitch. (Lihat Gambar)


  • Label tali
     Masing-masing ujung tali diberi kode panjang tali . 

    Peralatan dari logam 

    Peralatan ini berupa carabiner, pengaman sisip, bor tebing, hammer dan lain sebagainya. Masukkan peralatan ini dalam tas tersendiri. Jika terlalu berat dapat dipisahkan menjadi beberapa tas. Untuk gua yang pernah ditelusuri, pemisahan lebih baik tidak berdasar pada jenisnya, misalkan carabiner dimasukkan ke dalam satu tas, pengaman sisip di tas yang lain, namun berdasar kebutuhan tiap pitch. 

    Peralatan dari kain.
    Peralatan yang dimaksud adalah webbing, sling, ataupun tali potongan pendek yang dipergunakan untuk rigging. Sebagaimana dengan tali, peralatan ini sensitif terhadap bahan kimia.

    II. Pembagian tim 

    Tim rigging yang baik minimal 2 orang. dengan pembagian tugas sebagai berikut.

    a. Pemasang lintasan.
    Bertugas memasang lintasan dan leader. Sebagai pemasang lintasan dia bertanggung jawab atas keselamatan penelusur lainnya saat melewati lintasan yang dibuat, jadi lintasan ini harus benar-benar aman untuk penelusur lainnya. Sehingga ada kesepakatan bahwa pembuat lintasan harus yang pertamakali turun pada lintasan tersebut.

    b. Pembantu (assisten rigging)
    Orang ini berugas untuk menyiapkan dan memberikan alat yang dibutuhkan oleh pembuat lintasan, juga sebagai belayer saat orang pembuat lintasan harus melakukan traversing ataupun pemanjatan pada saat memasang lintasan.

    vertikal caving

    Single Rope Technique (SRT)
    adalah teknik yang dipergunakan untuk untuk menelusuri gua-gua vertikal dengan menggunakan satu tali sebagai lintasan untuk naik dan turun medan-medan vertikal. Berbagai sistem telah berkembang sesuai dengan kondisi medan di tempat lahirnya masing-masing metode. Namun yang paling banyak dipergunakan adalah Frog Rig System.
    Teknik yang lain adalah: rope walker, Texas Rig, jumaring, Mitchele System, floating cam system.
    Sistem frog rig menggunakan alat:
    1. Seat harness, dipergunakan untuk mengikat tubuh dan alat-alat lain. Dipasang di pinggang dan pangkal paha. Jenis-jenisnya adalah: bucklet, avantee, croll, rapid, dan fractio.
    2. Chest ascender, dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali dipasang di dada. Dihubungkan ke Delta MR oleh Oval MR.
    3. Hand ascender, dipergunakan untuk memanjat (menaiki) lintasan atau tali di tangan. Di bagian bawah dipasang descender, tempat digantungkannya foot loop dan cows tail.
    4. Descender, dipergunakan untuk menuruni tali. Ada beberapa jenis descender: Capstand (ada dua macam: simple stop dan auto stop), whaletale, raple rack (ada dua macam: close rack dan open rack), figure of eight, dan beberapa jenis lagi yang prinsip kerjanya sama dengan figure of eight.
    5. Mailon rapid,ada dua macam Mailon Rapid (MR), yaitu: Oval MR untuk mengaitkan Chest Ascender kepada Delta MR. Delta MR sendiri adalah untuk mengkaitkan dua loop seat harness dan tempat mengkaitkan alat lain seperti descender berikut karabiner friksinya dan cowstail.
    6. Foot loop , dicantolkan ke karabiner yang terhubung ke hand ascender. Berfungsi sebagai pijakan kaki. Ukuran dari foot loop harus tepat seperti gambar diatas. Hal ini sangat mengurangi kelelahan pada waktu ascending di pitc-pith yang panjang
    7. Cows tail, memiliki dua buat ekor. Satu terkait di hand ascender, dan satu lagi bebas, dipergunakan untuk pengaman saat melewati lintasan-lintasan intermediate, deviasi, melewati sambungan, tyrolean, dan traverse.
    8. Chest harness,untuk melekatkan chest ascender agar lebih merapat ke dada. Sehingga memudahkan gerakan sewaktu ascending normal, atau pada saat melewati sambungan tali. Chest harness lebih baik jika dapat diatur panjang pendeknya (adjustable), sehingga memudahkan pengoperasian, terutama apabila terjadi kasus dimana chest ascender terkunci di sambungan atau simpul, atau pada saat rescue.


      Single Rope Technique
      Teknik-teknik yang harus dipelajari untuk SRT adalah ascending dan descending dengan penguasaan melewati jenis-jenis lintasan dan medan.
      • Melewati intermediate anchor
      • Melewati deviation anchor
      • Melewati sambungan tali
      • Melewati lintasan tyrolean, menggunakan satu tali dan dua tali
      • Meniti tali dengan medan slope (miring) 



    Selasa, 19 Oktober 2010

    jadi lah saja dirimu sendiri

    Kalau kau tak sanggup menjadi pohon besar yang tumbuh di puncak bukit
    Jadilah saja belukar, tapi belukar terbaik yang tumbuh dipinggir danau
    Kalau kau tak sanggup menjadi belukar
    Jadilah saja rumput, tapi rumput terbaik yang mampu memperkuat tanggul pinggir jalan
    Kalau kau tak sanggup menjadi jalan besar
    Jadilah saja jalan setapak, tapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air
    Tentu tak semua menjadi nahkoda, harus ada awak kapalnya
    Bukan besar kecilnya tugas yang menentukan tinggi rendahnya dirimu
    Jadilah saja dirimu sebaik-baiknya dari dirimu sendiri
    Menjadi orang yang lebih MERDEKA dan mencintai kehidupan ...

    pelestarian hutan di indonesia, untuk siapa ?

    Pelestarian hutan di Indonesia memang banyak disuarakan oleh media massa, masyarakat maupun organisasi pecinta lingkungan. Namun kenyataanya sangat berbanding terbalik, ketika kita harus melihat kenyataan dari sebagian bencana di negeri ini diakibatkan oleh rusaknya keseimbangan pada alam. Orang-orang yang memiliki harta melimpah yang justru bukan berasal dari negara ini dengan sesuka hati merusak alam Indonesia demi kantong-kantong pribadinya. Maka jadi hal yang sia-sia, setiap batang pohon yang ditanam hanya untuk memperkaya orang-orang asing yang tak segan memanfaatkan keadaan negeri yang labil ini .

    HIJAU LAH HUTANKU, BIRU LAH TELAGAKU...