Kawasan karst Gombong Selatan, terletak di koordinat geografis 109º22'- 109º29 BT dan 7º38' - 7º46' LS, secara administratif masuk ke dalam Kabupaten Kebumen, Propinsi Jawa Tengah. Kawasan ini termasuk daerah dataran rendah yang memiliki gugusan pegunungan gamping membujur dari Utara, Desa Sikayu, sampai ke Selatan melintasi dua desa, yaitu Adisana dan Adiwena, sepanjang 3 Km. Selain itu, kawasan karst Gombong Selatan memiliki karakteristik bentang alam yang khas, seperti terlihat dari bentuk puncak perbukitan yang tumpul (cone hill). Ketinggian mutlak perbukitan karst di Gombong selatan berkisar 300 - 400 sedangkan ketinggian relatif hanya berkisar 50 - 150 m. Kawasan karst gombong selatan dikelola langsung oleh Perum Perhutani, dimana ditiap desa dikelola oleh su-sub perhutani yang mengurusi per wilayahnya masing-masing.
Candirenggo adalah Desa di Kecamatan Ayah, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Candirenggo memiliki geomorfologi datar dengan penggunaan lahan masih didominasi oleh lahan pertanian. Kawasan karst yang membujur di Gombong Selatan kabupaten Kebumen ini adalah sebaran batu gamping yang cukup luas, membentuk bukit-bukit kerucut yang khas dengan lembah-lembahnya yang jika dilihat dari udara, seperti sarang ayam (cockpit) seluas kira-kira 70 km persegi. Desa Candirenggo terletak di sebelah barat gugusan Karst Gombong Selatan. Desa ini berdekatan dengan kawasan wisata pantai pantai ayah. Mata pencaharian masyarakat desa ini kebanyakan adalah sebagai petani sawah dan ladang serta penyadap air gula dari bunga kelapa muda sebagai bahan mentah pembuatan gula merah yang bila sudah menjadi gula merah, mereka jual disekitar desa. Masyarakat disana mengebut pekerjaan tersebut dengan nderes, sedangkan air gula dari bunga kelapanya mereka sebut sajeng. Tak hanya demikian, hampir seluruh masyarakat desa memiliki hewan ternak sendiri. Yang biasanya dipelihara di depan-depan rumah mereka. Penduduk desa Candirenggo merupakan orang asli jawa tengah khususnya kebumen. Bahasa kesehariannya adalah menggunakan bahasa jawa. Desa ini yang menjadi tempat singgah kami selama pelaksanaan kegiatan Perjalanan Beregu, karena lokasi gua yang akan kami telusuri terletak di desa ini. Tepat di rumah seorang petugas Perhutani RPH Tebo sekaligus ketua Rt setempat yang bernama pak Sadji Mujiono, yang menjadi base camp kami selama kegiatan berlangsung.
Candirenggo adalah Desa di Kecamatan Ayah, Kebumen, Jawa Tengah, Indonesia. Desa Candirenggo memiliki geomorfologi datar dengan penggunaan lahan masih didominasi oleh lahan pertanian. Kawasan karst yang membujur di Gombong Selatan kabupaten Kebumen ini adalah sebaran batu gamping yang cukup luas, membentuk bukit-bukit kerucut yang khas dengan lembah-lembahnya yang jika dilihat dari udara, seperti sarang ayam (cockpit) seluas kira-kira 70 km persegi. Desa Candirenggo terletak di sebelah barat gugusan Karst Gombong Selatan. Desa ini berdekatan dengan kawasan wisata pantai pantai ayah. Mata pencaharian masyarakat desa ini kebanyakan adalah sebagai petani sawah dan ladang serta penyadap air gula dari bunga kelapa muda sebagai bahan mentah pembuatan gula merah yang bila sudah menjadi gula merah, mereka jual disekitar desa. Masyarakat disana mengebut pekerjaan tersebut dengan nderes, sedangkan air gula dari bunga kelapanya mereka sebut sajeng. Tak hanya demikian, hampir seluruh masyarakat desa memiliki hewan ternak sendiri. Yang biasanya dipelihara di depan-depan rumah mereka. Penduduk desa Candirenggo merupakan orang asli jawa tengah khususnya kebumen. Bahasa kesehariannya adalah menggunakan bahasa jawa. Desa ini yang menjadi tempat singgah kami selama pelaksanaan kegiatan Perjalanan Beregu, karena lokasi gua yang akan kami telusuri terletak di desa ini. Tepat di rumah seorang petugas Perhutani RPH Tebo sekaligus ketua Rt setempat yang bernama pak Sadji Mujiono, yang menjadi base camp kami selama kegiatan berlangsung.
Info: no pak Sadji Mujiono, 085291934712
Transportasi
St. Senen (Jakarta) - St. Gombong (Kebumen): Kereta Api Progo Rp. 30.000
St. Gombong - Desa Candirenggo: Bus Elf Rp. 6.000

