_Menempuh Jalan Yang Belum Pernah Ditempuh Dan Bertemu Wajah Wajah Baru_

Sabtu, 13 Agustus 2011

Curug Seribu


Curug Seribu, wisata air terjun dikaki Gunung Salak

Curug Seribu terletak dikaki Gunung Salak, tepatnya di desa Cibatok, Gunung Bunder, Bogor, Jawa Barat. Wahana wisata ini termasuk dalam kawasan wisata alam Gunung Bunder. Tempat ini bisa menjadi wisata alternatif pelepas penat, khususnya bagi mereka yang disibukan oleh rutinitas yang cukup padat. Meskipun letaknya yang cukup jauh dari pusat kota, bila kita sudah sampai dilokasi ini, kita akan dimanjakan oleh pemandangan hijau Gunung Salak dari dekat dan air terjun-air terjunnya yang begitu indah. Salah satunya air terjun Curug Seribu. Namun untuk menuju air terjun tersebut, kita harus menapaki bebatuan yang tersusun apik dengan jarak jalan yang cukup jauh dari loket registrasi masuk. Tetapi kita tidak akan kecewa, karena selain kita akan menemukan air terjun yang indah diujung jalan batu nanti, sepanjang jalan kita di suguhkan oleh nuansa hijau lereng gunung yang memanja - kan mata.

Curug Seribu
Sesekali ada juga monyet - monyet ekor panjang yang sedang melompat - lompat dipohon-pohon sekitar jalan. Curug Seribu memiliki air yang cukup besar dan deras yang diapit oleh tebing-tebing yang menjulang tinggi. Banyak wisatawan yang mengunjungi tempat ini, terlebih pada saat hari libur. Dari wisatawan tersebut, tak jarang dari mereka yang menikmati kesejukan dari air curug dengan mandi atau sekedar bermain air.
Jalan setapak menuju air terjun, terbuat dari batu-batuan yang tersusun rapih dan aman di gunakan bagi para wisatawan yang hendak berjalan. Selain air terjun, ditempat wisata alam ini juga menyedikan camping ground yang dapat memuat ratusan tenda. Wisatawan yang suka berkemah, banyak yang memilih tempat ini untuk bersantai-santai dengan rekan kerja atau kuliah ditengah udara yang lumayan dinging dengan suasana yang cukup tenang.

_selamat berlibur_

Salak 1 via Cimelati

           Cimelati merupakan desa yang masuk dalam kawasan kecamatan Cicurug, Sukabumi. Jalur pendakian desa Cimelati adalah salah satu jalur untuk menuju puncak Salak 1, selain jalur Cidahu dan Gunung Bunder. Jalur ini terletak di bagian timur gunung Salak yang dulunya merupakan jalur resmi, namun sekarang jalur ini ditutup untuk umum oleh pihak TNGHS. Namun untuk sebagian pendaki yang terbiasa memakai jalur ini, jalur ini tetap menjadi pilihan untuk mencapai puncak. Akses menuju jalur Cimelati dari Jakarta kita bisa naik bus jurusan Sukabumi atau Pelabuhan Ratu, kemudian ketika bus memasuki kawasan Cicurug, kita berhenti di pertigaan Cimelati, Cicurug. Untuk sampai di desa terakhir atau batas hutan, dari pertigaan Cimelati atau turun bus kita harus berjalan kaki dengan jarak tempuh yang lumayan memakan waktu, karena tidak ada angkutan umum yang beroperasi di sana. Tetapi bila tidak ingin berjalan kaki, pendaki bisa mengunakan jasa ojek yang banyak mangkal di pertigaan tersebut.


Gunung Salak dari Desa


menuju batas hutan ( kiri villa, kanan perkebunan)









Sebelum sampai dibatas hutan, pendaki akan melewati perkebunan sayur mayur milik Perhutani, dimana para pekerjanya adalah masyarakat sekitar. Para pekerja biasanya bekerja dari pagi hingga siang hari, dengan sistem upah harian. Sampai di batas hutan pendaki akan melewati kawasan hutan produksi selama beberapa menit dengan medan yang cukup landai. 
Masuk Hutan














Ketika pohon-pohon produksi mulai bercampur dengan pepohonan khas hutan hujan tropis, medan yang dilalui mulai menanjak, dimana kita akan sampai di Pos 2 yang ada disisi kanan jalan. Setelah Pos 2 medan masih terus menanjak hingga kita sampai di Pos 3. Di Pos 3 terdapat sumber air terakhir yang teletak disisi kanan jalan, yaitu sebuah pipa air yang terdapat lubang kecil untuk mengambilnya. Pipa tersebut adalah sumber air untuk masyarakat sekitar, yang disambungkan dengan pipa-pipa lain sampai kebawah. Pos 3 cukup menampung dua hingga tiga tenda dome.

sumber air dari pipa
Istirahat di Pos 3
Di Pos 3 ini pendaki harus jeli saat melihat jalur pendakian karena ada beberapa jalur yang mirip. Selepas Pos 3 pendaki melanjutkan perjalanan dengan mengambil jalan ke atas, menuju Pos 4. Jalur menuju selter-selter berikutnya semakin menanjak dan cukup melelahkan. Jalurnya pun lumayan becek apalagi saat musim penghujan. Tiba di Pos 4 pendaki akan melanjutkan menuju Pos 5 dengan medan yang masih menanjak. Terkadang pendaki harus sedikit membungkuk, karena ada beberapa pohon tumbang yang menghalang jalan. Setelah Pos 5 pendaki akan menuju Pos 6. Dari Pos 6 menuju puncak adalah jalur yang terberat dan melelahkan, karena medannya yang lumayan curam. Setelah berjalan cukup melelahkan pendaki akan sampai di puncak Salak 1.

puncak salak 1
Puncak Salak 1 ini tidak terlalu luas, tetapi cukup menampung beberapa tenda dome. Dan ada dua pendopo yang bisa dipakai untuk berlindung dari hujan dan badai. Di puncak juga terdapat sebuah makam tua yang dikeramatkan oleh masyarakat sekitar. Makam tersebut adalah makam Embah Gunung Salak, yang konon merupakan penjaga gunung Salak.

Info:
Transportasi
Term. Kp. Rambutan/ Pasar Parung - Pertigaan Cimelati: Bus Tujuan Sukabumi Rp. 15.000 (bisa nego).
Pertigaan Cimelati - Pintu Hutan: Jalan Kaki/ Sewa Ojek Sekitar 15-20 ribu.


_selamat mendaki_